“Jangan tinggalkan abang han” ucapnya dengan nada memelas...
Entah kenapa kekhawatiran dalam
dirinya begitu besar.
Rasa traumanya ditinggalkan wanita dimasa lalu membuatnya ragu terhadap wanita.
“I will stay with you han, believe it” ucapku sambil menatap wajahnya yang sedang terbaring sakit.
“Apa artinya han ” ? katanya..
“Aku mencintaimu, aku akan tetap disini bersamamu “, bisikku
ditelinganya..
Kemarin malam dia baru terjatuh dari motor, sepulang
mengantarku pulang kerumah, kaki dan pahanya tergores cukup parah membuatnya
kesulitan untuk berjalan. Saat kutanya kenapa dia bisa jatuh, dia menjawab “konsentrasiku
hilang karna terus memikirkanmu”...
Aku tertawa, dan itu yang kusuka dari dia, dia selalu bisa
membuatku tertawa bahkan saat aku sedang tidak ingin tertawa.
Aku melirik jam dinding, jam istirahat kerja sudah habis. “Gak
usah kerja lagi ya han “ katanya dengan nada membujuk, dia ternyata sangat
manja kalau sedang sakit.
“Aku akan datang lagi nanti sepulang kerja”, ucapku
menyakinkannya.
Dia pria yang kukenal sebulan yang lalu digereja oleh seorang teman bernama Grace, aku bersyukur bisa mengenalnya.
Mungkin dia memang bukan tipe pria idamanku, tapi aku telah memilihnya, aku mencintainya dengan segala yang ada didalam dirinya. Dia sangat baik dan selalu berusaha menciptakan senyum dibibirku.
Grace terima kasih telah mengenalkan pria ini padaku... Aku berhutang budi padamu...

Komentar