- Sinta (sahabat Mitha)
- Ibu Rendi
- Rani (teman Rendi)
Prolog :
Dikisahkan kehidupan
seorang gadis, yang diperhadapkan dengan masalah yang tak pernah dia bayangkan
untuk terjadi. Dia diputuskan oleh Tunangannya dengan sebelah pihak hanya karna
orang tua tunangannya tidak menyukainya. Gadis ini cukup aktif melayani dalam
persekutuan pemuda di Gerejanya, ia dipercayakan sebagai ketua pemuda. Mitha
namanya. Bagaimana
kisah mereka, mari sama-sama kita menyaksikannya di TKP.
Adegan
I –Lokasi di gereja
(menjelang ibadah pemuda selesai, Ester berpesan
pada teman2nya untuk ibadah berikutnya, sambil bersalam-salaman)
Mitha
: Jangan lupa ya minggu depan
ada do’a bersama, pokoknya jangan jemu- jemu ikut ibadah.
Teman 1 :
Iya kak, tenang aja, tapi kalo gak ada halangan ya. Hehehe
Teman 2 :
Ketua kita nih selalu semangat melayani, gak bosan2 ingetin kita juga.
Mitha :
Puji Tuhan..terima kasih ya teman2, ini semua juga karena kalian yang membantu
kan.
maaf
ya aku gak bisa lama2 masih ada janjian sama sahabat-sahabatku.
Teman 1 dan 2 : OKe kak.
Mitha memiliki
sahabat-sahabat yang selalu mendukungnya, Rahel, dan Sinta. Hampir disetiap pelayanan mereka selalu
kompak dan selalu setia bersama-sama mengiring dan melayani Tuhan. Suatu malam
setelah pulang ibadah pemuda mereka berbincang-bincang. Bagaimana kisah mereka,
mari sama-sama kita menyaksikannya di TKP.
Adegan
2 –Lokasi di teras gereja
Mitha
: Guys, aku bingung kali nih,
kayaknya calon mertuaku ga suka deh sama aku.
Rahel : Tau dari mana ?
Mitha :
Ya feeling aja sih.
Rahel :
Eeh holan perasaanmu dii
Sinta : Entah ini jangan suzon loh,
kita itu ga boleh berprasangka buruk tentang sesame, apalagi kita ini pelayan, kalau tindakan kita
sama dengan orang yang diluar Tuhan kan percuma aja.
Mitha :
Iya sih
Rahel : Lagian kamu itu udah tunangan jangan
pikiri yang aneh-aneh, focus dan berdo’a Tuhan akan bukakan bila itu ga baik buatmu.
Mitha : Iya
hel, makasih ya teman-teman udah ngingatin.
Rahel
+ Sinta : iya sama-sama
Suatu
hari Mitha pergi kerumah Rendi pacarnya untuk mengajaknya ibadah. Tapi bukannya
Rendi yang dijumpainya dirumah tapi ibu Rendi. Bagaimana cerita selanjutnya,
mari kita menyaksikannya di TKP.
Adegan
3 –Lokasi di Rumah Rendi
(Mitha Mengetuk pintu)
Mitha :
Tok, tok tok, shalom, shalom bang Ren.
Ibu Rendi :
(membuka pintu) ada apa kau datang kesini
Mitha :
Eh namboru, bang rendinya ada namboru ??
Ibu Rendi :
Ga ada, napa kau cari dia ?
Mitha :
Engga namboru, Cuma mau ngajak abang itu ke gereja aja.
Ibu
Rendi : Ngapain
kau sok-sok ngajak dia ke gereja, biar keliatan kali kau yang pargereja itu ya
?
Mitha
: Ngga gitu lo
namboru, namboru salah paham, aku ga mau pamer apa2, Cuma kita kan keluarga harus saling mengingatkan
untuk datang kerumah Tuhan.
Ibu
Rendi : Keluarga kau
bilang ? sejak kapan kau jadi keluarga kami, kePeDean kalilah kau nyebut kami
keluarga, belum lagi kau nikah sama siRendi itu uda sebut kami keluarga, trus
jangan coba kau kotbahi aku kayak pendeta, baru ikut pelayanan aja udah berani
muncungmu itu berkotbah disini.
Mitha
: Iya, kita kan
berharapnya nanti jadi keluarga namboru, lagian mana berani lah aku kotbahi
namboru.
Ibu
Rendi : Kita nimmu ??
kamu aja kali yang ngarep, Sirendi itu ga cintanya samamu, kau aja kan yang
ngejar-ngejar dia
Mitha :
Tapi bang rendi bilang cintanya sama aku namboru
Ibu
Rendi : Eheee jugul, dia
itu Cuma kasihan aja sama kau ya, sebenarnya keluarga kami itu ga level samamu,
lihatlah kalung yang kau pake itupun Cuma setipis bulung sangge-sangge. Udah
kau pulang aja, jangan kau balek kesini lagi.
Mitha
: Iya namboru, aku
pulang dulu, Shalom
(kemudian ibu
rendi dengan sinis menutup pintu kuat-kuat)
Adegan
4 –Lokasi Taman
Disuatu taman Mitha akan bertemu dengan Rendi
pacarnya. Mitha datang ketaman lebih awal
hingga harus menunggu kekasihnya datang. Tiba- tiba dia bertemu dengan Rani dan
susi teman Rendi, Bagaimana cerita selanjutnya, mari kita menyaksikannya di TKP
:
Mitha : (Melihat
teman-temannya dan menyapa)
Heeii lagi ngapain, jalan-jalan ya ?
Rani :
Iya, kamu ngapain disini ?
Mitha :
aku lagi nunggu Rendi
Susi : Emang kamu masih pacaran sama
dia ?
Mitha : Ya masihlah, emangnya kenapa kok
nanya gitu ?
Susi : Kudengar-dengar keluarga siRendi
itu ga suka samamu
(Mitha hanya bias diam,
lalu pacarnya datang)
Mitha :
Heeii sayang (salaman )
Rendi :
Uda lama nunggunya
Mitha
: Gak
juga. Duduk. Kok kayak lemes gitu? Yang ngajak janjian jangan lemes dong.
Rendi : Gak sayang. Begini, ada yang mau
katakana sama kamu. Aku mau minta maaf kalo selama ini aku slalu bikin kamu
sedih karna ibuku. Aku mau bilang, mulai saat ini kita putus saja.
Mitha :
haa? (kaget). Kamu sakit ya? Kamu kenapa?
Rendi :
aku gak akan ganggu kamu lagi ,baik tlp ataupun sms. Hubungan kita skarang
berakhir.
Mitha :
Kamu..jelasin dulu, salahku apa? Kok bisa begini ya? Kenapa Dave?
Rendi : Kamu gak ada salah apa2, aku harus
jelasin panjang lebar lagi ke kamu. Aku Cuma mau kita sampai disini saja, Kita
jalani hidup kita masing2.
Mitha :
Tunggu Ren..gak kayak gini kan?! Apa hanya karna mas yang kupakai ini setipis
bulung sangge-sangge ?
Rendi :
(berdiri, pergi)
Mitha :
(menarik bajunya, menahan Dave, lalu didorong sampai jatuh)
: Daveee….(stengah teriak)
: oh Tuhan…Tuhan ada apa ini? salahku apa?
Tuhan aku gak ngerti!! Aku selalu setia melayanimu
Teman2 Rendi datang)
Rani : Yahhhh dia nangis. Katanya anak
Tuhan
Susi :
Kok anak Tuhan Tuhan nangis sih?!! Cengeng benget deh!
Rani : Mana Tuhanmu, gak ada ya.
(,keduanya tertawa dan mendorong Mitha)
Mitha :
Ampunilah mereka ya Tuhan…
Dengan
masalah yang dihadapinya Mitha tetap setia beribadah dan melayani Tuhan.
Tuhan Yesus yang mengetahui ketulusan hati Mitha akhirnya
memutuskan untuk mengakhiri
penderitaannya. Tuhan memulihkan keadaan Mitha melebihi keadaannya
semula. Dan dia memiliki kekasih yang lebih baik dan setia dari pada Rendi
mereka bersama-sama melayani Tuhan dan hidup saling menopang.
Bagaimana kesulitan hidup kita pemulihan akan terjadi bagi
kita yang tetap setia mengiring dan melayani Tuhan Yesus. Tetaplah kuat dan
bertahan menghadapi setiap cobaan yang kita hadapi. KEEP STRONG AND SURVIVE.
Jika orang berbicara,
baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan Firman Allah:
Jika ada yang
melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianuhgrahkan Allah,
supaya Allah
dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus.
1 Petrus 4:11


Komentar